"kasian ya anak kelas X nya, nggak punya cerita" tulis salah satu alumni tentang cheerliar.
tapi ya mau gimana lagi, mereka bilang keputusan ini sudah bulat
kasihan, sudah 2 bulan lebih mereka berjuang. nggak sampe H-10 kawan!
tapi ya mau gimana lagi~
salahkan keadaan?
kenapa sih mereka terlalu manja, mau cheerliar aja ribet banget
ya nggak bisa gitu dong,
suatu budaya itu memang penting, tapi penyesuaian diri juga jauh lebih penting
sekarang ya, jaman udah berubah. udah nggak lagi sama, masak mau dipaksakan? justru nanti esensinya nggak bakal terasa. sia-sia belaka. semua cuma buat sebuah kata bernama "formalitas" dan mengkambing hitamkan "budaya"
budaya itu harus dinamis lho ya,
kalau nggak gitu, ya siap-siap aja musnah. ya kayak taun ini, ternyata budaya itu sendiri nggak sanggup menahan dirinya untuk tinggal lebih lama lagi. budaya yang baik itu bisa menyesuaikan dirinya dengan perubahan jaman yang terus terjadi. dan itu mutlak.
makanya, butuh suatu perombakan sistem dari budaya tersebut
budaya yang merupakan sebuah identitas tradisi, butuh sebuah pembaharuan yang menyegarkan. agar semua pihak tak lagi merasa dirugikan. terutama, budaya itu sendiri
ayo kawan, kita pikirkan sesuatu
yang sanggup membuatnya bertahan
setidaknya nilai nilai yang berusaha ditanamkan secara turun-temurun
dan juga identitas kita
sudah siapkah kamu dengan pembaharuan ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
menurutmu ?